Tampung Aspirasi Para Stafnya

10 02 2010

Keberhasilan Kecamatan Gununganyar mendapatakan penghargaan Surabaya Performance Award (SPA) 2009 Kategori The Best Performance Ins ti tutions for Public Services Kecamatan. Diselenggarakan Bagian Bina Program Kota Surabaya tak luput dari tangan dingin camat Kanti Budiarti, S.Sos, M.Si. Sejak menjabat sebagai camat Gununganyar, dia mulai membuat beberapa perubahan di lingkungan kerjanya.

Apresiasi ini diberikan kepada SKPD/Unit Kerja yang telah menentukan tantangan strategis, menetapkan strategi dan sasaran-sasaran strategis dengan memperhatikan tantangantantangan sembari meningkatkan kelebihan-kelebihan SKPD/ Unit Kerja. Melakukan pengembangan, perbaikan terus-menerus, maupun pembaharuan organisasi sehingga kinerja SKPD/ Unit Kerja semakin meningkat. Melaksanakan proses kerja yang berkualitas sesuai sesuai standar organisasi. Memberikan kepuasan terhadap pengguna terhadap layanan yang diberikan, bisa membangun hubungan untuk mendapatkan, memuaskan dan mempertahankan pengguna layanan. Meningkatkan loyalitas pengguna layanan serta mengembangkan peluang baru.


Menerjemahkan sasaran-sasaran strategis menjadi rencana-rencana kerja, memproyek si kan kinerja organisasi kedepan atas ukuran-uku ran kinerja atau indikator-indikator utama terhadap pembanding utama. Dari indikator yang telah ditentukan penyelenggara, perempuan berjilbab ini berhasil menata kembali sistem pelayanan lebih baik lagi. Dia bersama para staf kecamatan bahu-membahu membangun pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat Gununganyar. Dia beranggapan bahwa masyarakat harus diberikan pelayanan yang memuaskan. “Saya selalu anjurkan pada setiap staf saya jangan mempersulit masyarakat, kebetulan pusat pelayanan berada di Kecamatan mulai dari pengurusan KTP, KSK, Lahir, Mati, Pindah, dan sebagainya.
Bila ada kekurangan dokumen tinggal mensikronkan dengan data di Kelurahan,” ungkapnya. Supaya tidak kesenjangan sosial antara bawahan dan atasan, mantan sekcam Tegalsari ini mempunyai insisiatif menggelar pertemuan antara staf setiap minggu sekali dilakukan di pendopo Kecamatan Gununganyar. Di forum ini para staf diwajibkan mengeluarkan ide-idenya dan pertanyaan-pertanyaan. “Sebenarnya forum ini dilakukan untuk mengevaluasi program Kecamatan yang telah dilakukan selama seminggu. Jika ada kendala yang dihadapi solusinya dibahas bersama-sama di forum ini yang dilaksanakan setiap hari senin jam 8 pagi. Juga menentukan program kerja yang akan dilakukan kedepan, jadi para staf bekerja sudah tahu apa yang harus dikerjakan,” jelas mantan sekcam Gubeng ini.
Perempuan lulusan STPDN angkatan ke 3 tahun 1994 ini menambahkan bahwa apa yang telah dia lakukan sesuai dengan perda dan tupoksi Kecamatan. Seperti menempelkan tarif pelayanan, visi misi dan moto Kecamatan, prosedur pelayanan dan sebagainya. Tidak hanya itu, dia juga memberikan reward bagi staf yang disiplin dalam menyelesaikan pekerajaan, datang tepat waktu, dan tidak pulang cepat. Bagi staf yang tidak patuh dengan peraturan yang telah disusun bersama-sama diberikan punishment berupa teguran lisan dan tertulis, dan pembinaan prilaku. “Reward yang diberikan berupa piagam dan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah. Tujuannya untuk memberikan motivasi pada seluruh staf untuk mau bekerja keras dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dan memberikan contoh pada yang lainnya,” ujar perempuan berkacamata ini.
Saat ini, Kecamatan Gununganyar tengah berbenah dengan membangun loket pelayanan. Nantinya, semua pelayanan akan berpusat di loket tersebut. “Tidak ada pelayanan yang akan dilayani lewat belakang. Kita juga mengantisipasi terjadinya pungli. Sehingga, pelayanan lebih nyaman, mudah, cepat, dan tepat,” terangnya kepada Gapura.
Untuk mengetahui keluhan masyarakat pihak Kecamatan Gununganyar melakukan kegiatan tiap 3 bulan sekali bersama ketua RT/RW dan LKMK serta masyarakat. Kegiatan ini merupakan ajang untuk sosialisasi program Pemerintah Kota Surabaya. “Kita juga mendatangkan narasumber sesuai dengan tema pembicaraan. Misalnya, musim hujan seperti ini, supaya tidak terjadi penyakit kita undang Dinas Kesehatan,” katanya.

Berikan Pembelajaran Bersikap Jujur
Kecamatan Gununganyar banyak melakukan beberapa intervensi pada keluarga miskin (gakin) dengan memberikan pelatihan ketrampilan seperti pembuatan kue, kacang telur, tempe, camilan coklat, kue kering, onde-onde kering dan lain-lain. Pihak Kecamatan membantu memasarkan hasil produksi mereka, diantaranya dengan menjual kue kering, camilan coklat, kacang telur dijual di kantor Kecamatan. “Kita sediakan meja dan toples untuk tempat kuenya. Kalau ada yang membeli tinggal ambil aja. Kita juga sediakan toples untuk uang, jika ada yang membeli harus jujur. Jika ambil satu harus membayar satu dan seterusnya,” imbuhnya.
Kantin kejujuran mini ini telah dilakukan sejak tahun 2007, tujuannya untuk membantu gakin yang kesulitan memasarkan hasil produksinya. Kedepan, Ibu Kanti punya impian untuk memperbesar kantin kejujuran ini. “Setelah loket pelayanan selesai dibangun, kita akan membangun kantin kejujuran ini lebih besar lagi. Nanti, akan ditempatkan bersebelahan dengan loket pelayanan,” terang perempuan penikmat makanan bakso ini.
Keberadaan kantin kejujuran ini disamping memberi pelajaran staf kecamatan untuk jujur, juga memberikan pelajaran bagi masyarakat yang Kecamatan Gununganyar yang melakukan pelayanan. “Sembari mengantri loket masyarakat bisa membeli camilan hasil produksi gakin. Tidak hanya camilan saja yang akan dijual, mungkin bisa souvenir hasil produksi gakin atau yang lain,” ucapnya.

Wisata Mangrove Gununganyar
Setelah diresmikan oleh Walikota Surabaya, Bambang DH, Jum’at (1/1) di Pantai Timur Surabaya yang terletak di RW VII Kecamatan Gunung Anyar. Akhirnya, Wisata Anyar Mangrove (WAM), resmi sebagai tempat wisata. Daya tarik dari WAM adalah masih terjaganya kealamian mangrove. Perempuan satu anak ini mengatakan pemanfaatan hutan mangrove menjadi lokasi wisata alam merupa kan inisiatif warganya untuk mendukung konservasi lingkungan melalui pelestarian hutan mangrove. Akhirnya, disepakati pemberian nama Wisata Anyar Mangrove (WAM). “Dukungan masyarakat luar biasa. Terinspirasi dari Kecamatan Rungkut yang sama-sama memiliki hutan mangrove, kita beranikan untuk melaunching WAM,” ujarnya.
Rencananya di lokasi wisata ini selain untuk tempat memantau perkembangan tanaman mangrove, tempat ini juga dapat digunakan untuk tempat singgah bagi wisatawan yang melakukan rute perjalanan mengelilingi hutan mangrove. “Nanti, juga akan dijual bebera pa hasil produksi nelayan setempat seperti kerippik udang, kerang dan sebagainya. Jadi, wisatawan bisa membeli oleh-oleh hasil produksi warga Gununganyar setelah berkeliling. Dengan begitu akan menumbuhkan sektor pere ko no mian bagi warga sekitar,”pungkasnya.
“Selain pos pantau, Kecamatan Gununganyar juga akan membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para wisatawan. Pembenahan infrastruktur dan memperlengkap sarana prasarana juga sangat diperlukan. Wisatawan nanti bisa mancing di tambak-tambk milik warga. Akan dibangun jalur darat menuju pos pantau, wisatawan bisa mengendarai sepeda. Bila melalui sungai, wisatawan bisa menaiki perahu. Paket wisata seperti ini yang akan dijual,” urainya. (rz)

http://www.gapura.info/profil.php


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: