Wisata Mangrove Dipercantik Monyet

27 01 2010

SURABAYA | SURYA – Hutan mangrove dikawasan Gunung Anyar mendapat tambahan satwa lagi. Kali ini 10 monyet dilepas lagi Walikota Bambang Dwi Hartono, Sabtu (23/1). Monyet tersebut menambah jumlah ribuaan monyet yang saat ini berada di lahan konservasi yang wilayah Surabaya Timur.

“Sebelum dilepas kita cek dulu apakah monyet tersebut sehat atau sedang sakit,” kata Bambang DH di Dermaga Wonorejo.

Karena itu ia bersama dokter hewan dan yayasan pemberdayaan konservasi alam mengecek benar kondisi 10 monyet yang akan dilepaskan.

“Kalau kondisinya sakit lalu kita lepas sama saja dengan membuat ia sengsara, atau nanti menulari yang lainnya,” ujarnya.

Dari deteksi awal, sejumlah monyet terpaksa urung dilepaskan karena sedang dalam kondisi sakit, monyet tersebut akan dikarantina lebih dulu untuk mendapat pengobatan dan bila sudah benar-benar sehat akan dilepaskan.

Martono salah satu penjaga dikawasan Gunung Anyar mengatakan, saat ini di lahan yang menjulur hingga kelaut itu juga terdapat aneka ragam burung yang berasal dari Australia. Hewan tersebut sampai dihutan mangrove Gunung Anyar setelah bermigrasi dari daerah Australia, seperti burung meliwis hitam dan angsa leher orange. Selain itu, hewan lain yang dapat dijumpai saat menyusur Sungai Kebon Agung adalah biawak.

Selain sebagai lahan konservasi hutan mangrove, Pemkot Surabaya juga tengah mengembangkan ekowisata dikawasan tersebut. Warga yang ingin melihat kawasan konservasi cukup menyewa perahu yang sudah disediakan, menempuh perjalanan sekitar 30 menit, pengunjung dapat menyaksikan keanekaragaman mangrove dan satwa.

Selanjutnya pengunjung juga bisa melihat pemandangan laut lepas dari pos pantau yang sudah dibangun di pesisir Pantai Timur Surabaya . Hanya saja sejumlah pengunjung yang kemarin datang mengeluhkan akses masuk ke kawasan konservasi yang masih berupa jalan makadam serta kurangnya penunjuk arah.

“Tadi mau masuk kesini susah karena tidak ada penunjuk arah padahal ditengah perjalanan banyak belokan-belokan,” kata seorang pengunjung yang datang dari Malang.Menanggapi ini Bambang DH mengatakan semua keluhan tersebut menjadi masukan agar kedepannya menjadi lebih baik.

“Sekarang ekowisata mangrove ini banyak diminati, ramai pengunjung terutama hari Sabtu dan Minggu. Untuk akses dan infrastruktur sekarang juga tengah kita bahas untuk segera diperbaiki,” paparnya.

iit/jos

http://www.surya.co.id/2010/01/24/wisata-mangrove-dipercantik-monyet.html


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: