Pantai Timur Surabaya Jadi Pusat Informasi Bakau

18 01 2010

SURABAYA – Keindahan dan keanekaragaman hayati pantai timur Surabaya (Pamurbaya) dapat segera dinikmati masyarakat luas. Pemkot merealisasikan kawasan hutan bakau (mangrove) itu pada 2010. Saat ini proyek pengelolaan kawasan konservasi pesisir Pamurbaya itu dalam proses detail engineering design (DED).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini mengatakan, pemkot akan membangun Mangrove Information Center (MIC) alias pusat informasi bakau dan mempersiapkan lahan hutan kota di kawasan tersebut.

MIC memiliki panjang sekitar 22 kilometer dan melalui empat kecamatan, yaitu Gunung Anyar, Rungkut , Mulyorejo, dan Sukolilo. Risma menjelaskan, MIC akan punya beberapa fasilitas. Mulai pendidikan, konservasi, hingga ekowisata. Untuk pendidikan, akan ada laboratorium biologi yang dapat digunakan sebagai sarana penelitian. Sedangkan untuk konservasi, MIC dilengkapi kebun pembibitan bakau. “Hutan mangrove di Surabaya memiliki keanekaragaman jenis yang paling bagus di Indonesia. Makanya, pembibitan untuk melestarikan keanekaragaman jenis itu penting,” katanya.

Perempuan yang pernah menjabat kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu menambahkan, MIC juga menjadi wahana ekowisata di Surabaya. Masyarakat dapat menikmati keindahan mangrove Pamurbaya dengan berkeliling menggunakan kapal. “Burung-burung yang menghuni kawasan ekosistem mangrove Pamurbaya juga dapat dinikmati dari atas kapal, lho. Masyarakat benar-benar tidak akan menyangka kalau Surabaya punya hutan mangrove seindah itu,” tutur Risma.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati hutan mangrove dari darat sekaligus berolahraga, pemkot akan menyediakan bycyle track. “Jalan khusus itu tidak merusak hutan mangrove,” imbuh Risma.

Perempuan yang menamatkan S-2 pada jurusan arsitektur ITS itu menerangkan, meski Pamurbaya dijadikan MIC, penduduk setempat tidak akan ditinggalkan. Mereka justru diberdayakan. Akan ada optimalisasi pembudidayaan dan penangkapan ikan di kawasan Pamurbaya. “Tapi, mereka akan diajari bagaimana memanfaatkan laut tanpa merusak lingkungan, terutama hutan mangrove itu,” ujarnya.

Risma berharap, setelah terwujud, MIC dapat bermanfaat bagi masyarakat Surabaya. Apalagi, selama ini metropolis belum memiliki lokasi ekowisata semacam ini. “Tunggu realisasinya 2010, ya,” tandasnya. (uri/dos)

http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=85835


Aksi

Information

One response

27 01 2010
Frenly

bicycle tracknya ini yg paling ditunggu2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: