Satu Lagi, Wisata Anyar Mangrove (WAM)

5 01 2010

Dinkominfo – Satu lagi, Pemerintah Kota Surabaya melaunching Wisata Anyar Mangrove (WAM), Jum’at (1/1) di Pantai Timur Surabaya yang terletak di RW VII Kecamatan Gunung Anyar. Tempat wisata yang diresmikan oleh Wali Kota Surabaya, Bambang DH ini juga dihadari ketua Surabaya Tourism Promotion Board, Yusak Ansori, Camat Gunung Anyar, Kanti Budiarti, pakar tata kota Johan Silas dan beberapa elemen masyarakat Surabaya.
Dalam sambutannya, Cak Bambang menyampaikan apresiasinya kepada camat serta masyarakat Gununganyar karena turut menjaga pelestarian lingkungan. “Saya sangat senang karena kini warga Surabaya makin perduli dengan pelestarian lingkungan. Seperti pagi ini, saya melihat antusias warga untuk datang ke lokasi Wisata Anyar Mangrove, lingkungan disekitar sini masih hijau dan asri,” ujarnya.

Walau bias dikatakan persiapannya cukup mendadak yakni hanya satu minggu, tapi bagi Cak Bambang acara tersebut sudah bagus dan lokasi yang dijadikan sebagai tempat wisata juga masih asli.

“Hutan mangrove disekitar wilayah Gununganyar masih sangat perawan (asli, red.), syukur-syukur keperawanannya dapat terus dijaga. Jangan biarkan ada orang yang merusak lingkungan kita yang nantinya akan berdampak pada keseimbangan alam,” paparnya,

Diakhir sambutannya Cak Bambang tak lupa menitipkan pesan agar warga Surabaya terus menjaga dan meningkatkan kebersihan dan keamanan kota jika menginginkan Surabaya menjadi tujuan tempat wisata.

Camat Gununganyar, Kanti Budiarti saat diwawancarai secara terpisah mengatakan jika acara ini sebenarnya merupakan inisiatif warganya untuk mendukung konservasi lingkungan melalui pelestarian hutan mangrove.

“Ini sebenarnya ini ide dari warga, mereka memiliki inisiatif untuk menjaga lingkungan dengan pelestarian dan pemanfaatan hutan mangrove menjadi lokasi wisata alam yang akhirnya sepakat diberi nama Wisata Anyar Mangrove (WAM), persiapannya juga mendadak yakni hanya satu minggu” ujar wanita berjilbab ini.

Ia menambahkan pihaknya sangat terbuka dengan kritikan maupun saran untuk menunjang pengembangan wisata mangrove tersebut. “Kami siap menampung kritikan dan saran demi mengembangkan wisata mengrove, karena nantinya manfaat dari adanya objek wisata mangrove ini dapat dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.

Sedangkan, Lurah Gununganyar Tambak, Jaelani mengatakan rencananya di lokasi wisata selain untuk tempat memantau perkembangan tanaman mangrove, tempat ini juga dapat digunakan untuk tempat singgah bagi wisatawan yang melakukan rute perjalanan mengelilingi hutan mangrove.

“Selain pos pantau, Kecamatan Gununganyar juga akan membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para wisatawan. Pembenahan infrastruktur dan memperlengkap sarana prasarana juga sangat diperlukan mengingat persiapannya dadakan jadi kedepannya kami melikiki PR (Pekerjaan Rumah, Red) yang lumayan banyak untuk mengembangkan wisata ini,” ucapnya.

Menurut pria berkumis ini, Pemerintah juga tak lupa memberdayakan masyarakat untuk ikut serta mengembangkan lokasi ini, “Kami juga berharap agar masyarakat Gununganyar dapat berpartisipasi dalam mengembangkan WAM ini seperti menjual makanan hasil tangkapan laut, mengolah mangrove manjadi bahan makanan atau minuman. Dengan munculnya ikon wisata, maka dapat menumbuhkan juga sektor perekonomian, khususnya untuk warga sekitar dan secara umum bagi masyarakat Kota Surabaya,” pungkasnyanya.(SyL)

http://www.surabaya.go.id/berita/detail.php?id=3261


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: