<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wisata Anyar Mangrove (WAM) Surabaya</title>
	<atom:link href="http://wamsby.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wamsby.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Wisata Alam yang Berwahana Pendidikan Lingkungan&#34; sebagai Alternatif Wisata Bahari yang Alami</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 23:21:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wamsby.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wisata Anyar Mangrove (WAM) Surabaya</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wamsby.wordpress.com/osd.xml" title="Wisata Anyar Mangrove (WAM) Surabaya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wamsby.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Partisipasi Masyarakat dlm pengelolaan wisata anyar Mangrove di Surabaya</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2012/01/11/partisipasi-masyarakat-dlm-pengelolaan-wisata-anyar-mangrove-di-surabaya/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2012/01/11/partisipasi-masyarakat-dlm-pengelolaan-wisata-anyar-mangrove-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 23:20:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Dalam usaha mewujudkan Good Governance, masyarakat dan partisipasinya amat dibutuhkan dalam proses menjaga, mengelola keseimbangan dan pelestarian lingkungan. Sejak terjadi pemanasan global, musim dan cuaca yang terjadi di Indonesia turut mengalami perubahan yang drastis. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak Pemanasan global dan menyelamatkan lingkungan hidup agar tetap terjaga kelestariannya, salah satunya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=265&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://wamsby.files.wordpress.com/2010/01/21040_1337280275602_1338961909_31005493_165258_n.jpg?w=510&#038;h=338&#038;h=338" alt="" width="510" height="338" />Dalam usaha mewujudkan Good Governance, masyarakat dan partisipasinya amat dibutuhkan dalam proses menjaga, mengelola keseimbangan dan pelestarian lingkungan. Sejak terjadi pemanasan global, musim dan cuaca yang terjadi di Indonesia turut mengalami perubahan yang drastis. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak Pemanasan global dan menyelamatkan lingkungan hidup agar tetap terjaga kelestariannya, salah satunya adalah hutan mangrove yang berada di daerah pesisir di Kecamatan Gunung Anyar. Tempat wisata tersebut bernama Wisata Anyar Mangrove atau disingkat dengan WAM.</p>
<p>Wisata Anyar Mangrove adalah objek wisata baru di Surabaya, tepatnya di daerah Gunung Anyar. Wisata Anyar Mangrove tidak akan berjalan terkelola dengan baik tanpa partisipasi masyarakat.</p>
<p>Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Wisata Anyar Mangrove di Surabaya, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan WAM serta menggambarkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan WAM.</p>
<p>Untuk menjawab permasalahan diatas, digunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian kualitatif deskriptif. Penentuan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Snowball sampling merupakan teknik menggunakan pemilihan informan lanjutan dalam rangka penggalian data untuk mendapatkan variasi dan kedalaman informasi yang diperoleh atas dasar rujukan atau rekomendasi dari<br />
key person. Data diperoleh melalui proses observasi dan wawancara secara mendalam serta memanfaatkan sumber data dokumen dan penelusuran data on line. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber data sehingga data yang disajikan merupakan data yang abash. Analisis dan interpretasi data dilakukan dengan menelaah seluruh data yang tersedia baik yang diperoleh melalui<br />
wawancara mendalam maupun pemanfaatan dokumen.</p>
<p>Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah, Secara umum masyarakat sudah berpartisipasi aktif dalam pengelolaan Wisata Anyar Mangrove. Partisipasi yang diberikan masyarakat berbentuk tenaga dengan berupa kegiatan-kegiatan yang paling sering dilakukan di lapangan yang sifatnya lebih kepada maintenance. Selain partisipasi tenaga juga didapati partisipasi buah pikiran, partisipasi keterampilan serta partisipasi soial.</p>
<p>Keyword :<br />
Good Governance, Partisipasi Masyarakat, Wisata Anyar Mangrov</p>
<p>sumber : penelitian dari mahasiswa unair tentang wisata mangrove dan partidipasi masyarakat<br />
<a href="http://adln.lib.unair.ac.id/files/disk1/405/gdlhub-gdl-s1-2011-oktarinara-20236-fisan3-k.pdf">http://adln.lib.unair.ac.id/files/disk1/405/gdlhub-gdl-s1-2011-oktarinara-20236-fisan3-k.pdf</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=265&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2012/01/11/partisipasi-masyarakat-dlm-pengelolaan-wisata-anyar-mangrove-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wamsby.files.wordpress.com/2010/01/21040_1337280275602_1338961909_31005493_165258_n.jpg?w=510&#38;h=338" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Monkeys Kingdom in Gunung Anyar Mangrove</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/04/14/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/04/14/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 08:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/2010/04/14/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove/</guid>
		<description><![CDATA[“Only few hours after the escape, that monkey’s carcass was hung on a tree branch. Its face was ruined, its limbs were tore apart, it was all messed up! That must be the act of the native monkeys here,” told Firman Arifin, the manager of Wisata Anyar Mangrove (WAM), Gunung Anyar, Surabaya. “As a human [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=257&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://warungfiksi.net/wp-content/uploads/2010/04/Gunung-Anyar-Gazebo-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" />“Only few hours after the escape, that monkey’s carcass was hung on a   tree branch. Its face was ruined, its limbs were tore apart, it was  all  messed up! That must be the act of the native monkeys here,” told   Firman Arifin, the manager of Wisata Anyar Mangrove (WAM), Gunung Anyar,   <a href="http://warungfiksi.net/map-of-indonesia">Surabaya</a>.</p>
<p>“As a human kingdom, the monkeys are also acquainted with territory,   colonies, leaders, soldiers, and regulations. When an outsider monkey   tries to enter the territory, it would be considered as an attack   attempt. Mostly, the outsider is finished like that,” Firman added.</p>
<p>That is story about the 10 monkeys donated by the City Government for   the Mangrove Forest Ecotourism in Gunung Anyar, one of Pamurbaya   (Pantai Timur Surabaya or Eastern Coast of Surabaya) sectors. In Gunung   Anyar, we canceled the monkeys’ release. However, one monkey was  escaped  and went directly to the mangrove forest by instinct. Then, as  you  know, it accepted the tragic fate.</p>
<p>Well, there are already a monkey kingdoms in the eastern part of   Surabaya. A balanced natural ecosystem has been developed too. The <a href="http://warungfiksi.net/indonesian-vegetations-at-a-glance">vegetations</a> and animals in Gunung Anyar is pretty much the same as in Wonorejo   mangrove forest.</p>
<p>I think the differences are only the route and the management. So,   the natural view, boats and gazebos might be different each other.   Unlike mangrove tours in <a href="http://warungfiksi.net/sailing-through-the-mangrove-forest-in-wonorejo">Wonorejo</a>,   WAM’s route does not pass through the estuary (so no need to worry   about Crocodile <img src="http://warungfiksi.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":P" /> ).<span id="more-257"></span></p>
<p>But still, after half an hour of sailing, the journey ends up on   Surabaya’s beautiful sea. That means, the Gunung Anyar mangrove forest   and the Wonorejo mangrove forest actually is connected. It is only 4 km,   if I am not mistaken.</p>
<p>WAM alone is located at Gunung Anyar street, two kilometers to the   east from UPN (Universitas Pembangunan Nasional), Eastern Surabaya. It   is reachable by any vehicles.</p>
<p>Currently, WAM make use of fisherman’s boats. One can carry up to 15   persons, including the driver. Made of unique bamboo, the boat is   stylish with the woven palm leaves. It is proven very fit and steady in   the middle of the sea, ask the fisherman’s who use the same boats for   years for a living.</p>
<p>The cost for becoming a passenger is just IDR 7,000 per person, get   ready to share seat boat with other tourists by that. In other hand, you   may rent it privately by IDR 80,000, including the driver and guide’s   fee. We (<a href="http://warungfiksi.net/warung-fiksi">Iksan</a>, my   friends from PAS FM, Yudha from Biology <a href="http://warungfiksi.net/its-forest-the-paradise-of-wild-birds-still">ITS</a>,   and I) chose the second. So we could go freely and rest to the gazebo.</p>
<p>WAM is the conservation of mangrove. Previously, it has developed by   the local government of Surabaya. It’s a Bappeko (Agency for Municipal   Development) project, precisely. Then the community in Gunung Anyar  took  the initiative to manage it as a tourism site.</p>
<p>The Ecotourism Gunung Anyar Mangrove was then inaugurated by the   mayor of Surabaya, Bambang DH, on January 1st, 2010. There were also   chairman of the Surabaya Tourism Promotion Board Yusak Anshori, the head   of Gunung Anyar Tambak District Kanti Budiarti, urban planning expert   Johan Silas, and Firman Arifin as the head of neighborhood association   there.</p>
<p><em>SPLAAASH</em>!</p>
<p>We turned the head quickly. What. Was. That?!</p>
<p>Oh, my, my! From the gazebo, we saw two golden fur monkeys ran out of   the puddles in the middle of the mangrove forest. They are only three   meters from us. Damn, it’s long-tail monkeys, the monkeys that Firman   had talked about! Macaca fascicularis!</p>
<p>Unfortunately, we had only a coolpix, iPhone and BlackBerry camera.   You cannot grab a fast-moving object with those things. Moreover, when   you are getting closer, the monkeys would run away and hide. Huff!</p>
<p><img class="alignleft" title="Mangrove,  sea and fisherman's boat" src="http://warungfiksi.net/wp-content/uploads/2010/04/mangrove-and-sea-300x172.jpg" alt="Mangrove, sea and fisherman's boat" /></p>
<p>So  we just sit in the gazebo. Took some pictures of the boat,  mangrove  rows, (perched, not flying) birds, or photographing each  other, like the  ordinary tourist did. That’s all. Yet, it was so  beautiful.</p>
<p>I was thinking about floating meeting on the river. Or in the gazebo.   With the view of mangrove forests in your right and left. Birds fly.   Just be quiet, and you’ll hear the monkeys sing the lullaby for you.  [photos by Brahm]</p>
<p><a href="http://warungfiksi.net/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove/">http://warungfiksi.net/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=257&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/04/14/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warungfiksi.net/wp-content/uploads/2010/04/Gunung-Anyar-Gazebo-300x225.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://warungfiksi.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:P</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warungfiksi.net/wp-content/uploads/2010/04/mangrove-and-sea-300x172.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mangrove,  sea and fisherman&#039;s boat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gagas Ekowisata hingga Inovasi Konsultasi TA</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/04/08/gagas-ekowisata-hingga-inovasi-konsultasi-ta/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/04/08/gagas-ekowisata-hingga-inovasi-konsultasi-ta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 04:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>
		<category><![CDATA[WAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Meski sibuk dalam urusan kampus, Firman Arifin ST MT, dosen PENS ITS tetap peduli pada kehidupan sosial masyarakat. Didapuk menjadi Ketua Rukun Warga (RW) VII Gunung Anyar Tambak di Gunung Anyar, Firman bersama para wargannya menggagas konsep ekowisata mangrove. Kini daerah mangrove dapat menarik banyak wisatawan dari kota sendiri bahkan dari luar negeri. Kampus PENS, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=252&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- Your post is displayed by this function --><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/04/08/658/firman-ciputra.jpg"><img class="alignleft" title="firman-ciputra" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/04/08/658/firman-ciputra.jpg" alt="" /></a>Meski sibuk dalam urusan kampus, Firman Arifin ST MT, dosen  PENS ITS tetap peduli pada kehidupan sosial masyarakat. Didapuk menjadi  Ketua Rukun Warga (RW) VII Gunung Anyar Tambak di Gunung Anyar, Firman  bersama para wargannya menggagas konsep ekowisata mangrove. Kini daerah  mangrove dapat menarik banyak wisatawan dari kota sendiri bahkan dari  luar negeri.</p>
<p><strong>Kampus PENS, ITS Online</strong> – Meski mangrove tak  memiliki hubungan dengan Teknik Elektronika yang ia tekuni, Firman tetap  enjoy. Pria kelahiran 25 September 1974 ini malah terlihat berbaur  dengan masyarakat tambak dan nelayan. Program Wisata Anyar Mangrove  (WAM) memang menjadi terobosan barunya sejak dirinya menjabat menjadi  ketua RW.</p>
<p>Ide tersebut datang secara tak sengaja saat obrolan ringan antara  Firman dan warga tempat tinggalnya. “Ide ini datangnya ya dari  cangkruk,” katanya. Firman mengaku bila ide spontanitas itu mulai  mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Tak tanggung-tanggun lima buah  perahu sudah disiapkan untuk menyambut antusias para wisatawan. Dengan  hanya berbekal Delapan ribu rupiah, pengunjung dapat menikmati eksotis  panorama pesisir dan hutan mangrove.<span id="more-252"></span></p>
<p>“Wisata ini akan dikembangkan menjadi laboratorium Mangrove yang bisa  digunakan sebagai ajang pembelajaran bagi sekolah-sekolah,” ujar Firman  yang mengaku bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Konservasi (Yapeka).</p>
<p>Selain itu, wisata ini juga memberi keuntungan finansial bagi warga  Gunung Anyar. Nelayan yang melaut pada malam hari sebagian bisa bekerja  di WAM. “Malamnya mereka melaut, siangnya bisa bekerja disini,” ujar  Firman yang mengatakan bila wisatawan korea bahkan pernah berkunjung  melihat eksotisnya alam pesisir.</p>
<p><a href="http://www.firman-its.com/konsultasi-online-tugas-akhir-pens-its-bergaya-facebook.html"><strong>Aplikasi  Facebook Permudah TA</strong></a><br />
Selain sibuk mengembangkan ekowisata, Firman ternyata tak lupa dengan  tugasnya dikampus. Bahkan ia mampu <a href="http://www.firman-its.com/konsultasi-online-tugas-akhir-pens-its-bergaya-facebook.html">membuat  inovasi baru dengan membuat aplikasi Facebook untuk mempermudah  konsultasi antara dosen dan mahasiswa</a>. “Terkadang mahasiswa  kesulitan mencari dosen pembimbing dikampus,” jelas Firman.</p>
<p>Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan mahasiswa dapat enjoy dalam  berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya. “Dengan aplikasi ini,  mahasiswa dapat perlu melaporkan progress TA nya dengan mudah, tanpa  repot – repot mencari dosen pembimbingnya,” tutur Magister Teknik  Elektro ini.</p>
<p>Hal yang membuat Facebook booming adalah kemampuannya yang bisa  membuat orang saling mempublikasikan apa yang sedang ia lakukan. Hal  inilah yang menjadi inspirasi Firman. Bila diibaratkan dengan magnet dan  besi, dosen ibarat magnet dan besi ibarat mahasiswa, sehingga dosen  dapat menarik mahasiswa dan mengarahkan mahasiswa dengan mudah untuk  menyelesaikan TA nya.</p>
<p>Ternyata aplikasi ini tidak sia – sia, hal ini dibuktikan dengan  berhasilnya salah satu TA milik mahasiswa yang dibimbingnya. TA ini  berjudul<a href="http://www.firman-its.com/pantau-posisi-kereta-api-dengan-gps.html"> Sistem Informasi Posisi Kereta Api dengan menggunakan GPS untuk  Keselamatan Penumpang</a>.Selain itu,TA ini juga masuk dalam salah satu  PKM yang didanai Dikti.</p>
<p>“Sistem ini menerapkan teknologi GPS untuk menentukan posisi kereta  api yang sedang melakukan perjalanan. Setelah didapatkan data posisi  kereta api, kemudian dikirim ke server (Operator KA) menggunakan SMS  gateway. Selain itu sistem ini juga dilengkapi dengan running text  sebagai informasi posisi stasiun yang dilewati kereta api kepada  penumpang,” jelas Firman.</p>
<p>Bahkan, karena kecermelangan ide ini, judul TA ini mendapatkan  beasiswa dari Huawei. Dan mendapat dua penghargaan berupa pendanaan  untuk penelitian dan pembuatannya. Pertama, Program Huawei Supporting  Research Fund yaitu dana bantuan beasiswa penelitian untuk membuat Tugas  Akhir.</p>
<p>Selain aktif sebagai dosen dan penggagas ekowisata, Firman mengaku  memiliki hobi dalam menulis. Tulisannya pun ia kirimkan ke berbagai  media dan dihimpun dalam sebuah website pribadi yakni  www.firman-its.com. Firman mengungkapkan bila kunci dari menulis adalah  membaca. Menurutnya, bila seseorang memiliki banyak informasi maka  tulisan kita akan mengalir dengan sendirinya. “Itu dapat diibaratkan  dengan bendungan yang penuh dengan air, jika kita membutuhkannya, maka  air dalam bendungan akan mengalir,” pungkas Firman yang telah aktif  menulis sejak masih menjadi mahasiswa. (kl/yud)</p>
<p><a href="http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=6764">http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=6764</a></p>
<p><a href="http://www.firman-its.com/gagas-ekowisata-hingga-inovasi-konsultasi-ta.html">http://www.firman-its.com/gagas-ekowisata-hingga-inovasi-konsultasi-ta.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=252&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/04/08/gagas-ekowisata-hingga-inovasi-konsultasi-ta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/04/08/658/firman-ciputra.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">firman-ciputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta Menarik di Pamurbaya</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/23/fakta-menarik-di-pamurbaya/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/23/fakta-menarik-di-pamurbaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 04:12:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[WAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[1. Persinggahan Burung Migran Burung migran adalah burung-burung pelintas batas negara-negara antara yang bermigrasi dari benua Australia menuju benua Asia. Migrasi ini berlangsung� pada Juni atau hingga November. Dengan menempuh ribuan kilometer, burung-burung migran membutuhkan makanan sebanyak mungkin sebelum berangkat. Makanan itu disimpan sebagai lemak tubuh yang kemudian dipakai sebagai sumber energi untuk terbang jauh. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=248&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1.  Persinggahan Burung Migran</strong><br />
Burung  migran adalah burung-burung pelintas batas negara-negara antara yang  bermigrasi dari benua Australia menuju benua Asia. Migrasi ini  berlangsung�  pada Juni atau hingga November. Dengan menempuh ribuan  kilometer, burung-burung migran membutuhkan makanan sebanyak mungkin  sebelum berangkat. Makanan itu disimpan sebagai lemak tubuh yang  kemudian dipakai sebagai sumber energi untuk terbang jauh. Walaupun  demikian, lemak itu tidaklah mencukupi sebagai bahan bakar hingga ke  tempat tujuan. Untuk itu mereka harus mendarat untuk mencari makanan  tambahan serta beristirahat.</p>
<p>Biasanya mereka berhenti untuk mencari  makanan di pantai yang berlumpur, hutan bakau, muara sungai dan  persawahan yang kaya akan cacing, kerang, ketam dan serangga. Di  Indonesia, salah satu kawasan penting bagi persinggahan burung migran  adalah di Pamurbaya. Bahkan, dalam rangkaian migrasi burung-burung ini,  Pamurbaya menjadi tempat persinggahan sepanjang tahun. Puncaknya adalah  saat musim angin barat, yakni antara Desember hingga Februari. Burung  migran yang mampir di Pamurbaya berasal dari belahan bumi utara  (Siberia) ke belahan bumi selatan, yakni Australia sampai Selandia Baru.<span id="more-248"></span></p>
<p>Beberapa  jenis burung migran yang bisa ditemui di Pamurbaya, diantaranya Cerek  kernyut (Pluvialis fulva), Cerek tilil (Charadrius alexandrinus), Kedidi  golgol (Calidris ferruginea), Titihan Australia (Tachybaptus  novaehollandiae) dan sebagainya.</p>
<p><strong>2. Flagging Pertama di Indonesia</strong><br />
Flagging, atau pemasangan bendera burung migran di Indonesia,  berdasarkan catatan Australian Wader Studies Group, pertama kali  dilakukan di Wonorejo, Surabaya. Yakni pada tahun 2007 oleh Iwan  �??Londo�?� Febrianto dan Yuwana Peksa Hutama. Kedua adalah arek  Suroboyo yang dikenal kalangan internasional sebagai birdwatcher.</p>
<p><strong>3. Bubut Jawa</strong><br />
Bubut Jawa (Centropus nigrorufous) atau dalam bahasa Inggris  dikenal sebagai Javan Coucal merupakan salah satu burung endemik Jawa  yang hidup di SMMA. Spesies ini diketahui menghuni daerah pesisir yang  banyak ditumbuhi pohon mangrove dan nipah. Secara spesifik burung ini  sering menggunakan daerah rawa yang di dominasi oleh tumbuhan gelagah  Saccharum, Acrosticum, Imperata dan Nypa (Andrew, 1990). �</p>
<p>Bubut  jawa telah dimasukkan ke dalam kategori burung terancam punah di dunia  dengan status rentan atau vulnerable�  (BirdLife International, 2001).  Status ini berarti Bubut Jawa memiliki peluang untuk�  punah lebih dari  10% dalam waktu 100 tahun, jika tidak ada upaya serius untuk melindungi  populasi dan habitatnya (Shannaz et al. 1995). Ancaman utama terhadap  spesies burung yang pemalu ini ialah pengrusakan dan hilangnya sebagian  besar habitat yaitu hutan mangrove dan rawa di daerah pesisir.</p>
<p>Meskipun  sebelum tahun 1950�??an diyakini tersebar di banyak daerah pesisir  bagian utara Pulau Jawa dalam jumlah cukup banyak, namun kian hari kian  berkurang lokasi penemuannya. Selain di Pamurbaya, Bubut Jawa hanya bisa  ditemui di Muara Angke (Jakarta), Muara Gembong (Bekasi), Muara  Cimanuk, Ujung Pangkah, Sidoarjo�  dan Cilacap (BirdLife International,  2001).</p>
<p><strong>4. Terbesar, Terkecil  dan Terpanjang</strong><br />
Di Pamurbaya, kita  bisa menemukan burung air terbesar, yakni Cangak Merah (Ardea purpurea).  Dalam usia dewasa, rata-rata Cangak Merah tingginya 1 meter. Selain  itu, kita juga bisa melihat Remetuk Laut (Gerygone sulpurea) di  Pamurbaya. Remetuk Laut merupakan burung yang dikenal mungil, hanya  sebesar ibu jari orang dewasa. Ada juga Gagang-bayam timur (Himantopus  leucocephalus),�  burung dengan kaki terpanjang di seluruh dunia.</p>
<p><strong>5. Crab-Eating Monkey</strong><br />
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)  dalam Bahasa Inggris disebut juga sebagai Crab-Eating Monkey. Sebab,  primata ini dikenal suka makan kepiting yang dipancing menggunakan  ekornya. Di beberapa koloni monyet di Pamurbaya, masih bisa dilihat  aktifitas memancing kepiting menggunakan ekor. Aktifitas ini juga  menunjukkan bahwa primata di Pamurbaya masih alamiah dan belum terusik  oleh manusia.</p>
<p><strong>6. Woody  Wood-Pecker</strong><br />
Penggemar kartun tahun  1990-an pasti ingat dengan Woody Wood-Pecker atau Si Burung Pelatuk. Di  Pamurbaya, burung jenis ini relatif mudah ditemui. Dikenal dengan nama  lokal Caladi ulam (Dendrocopus macei), Si Burung Pelatuk ini sering  dijumpai sedang mengetuk-ngetukkan paruhnya ke batang pohon Pidada untuk  mencari serangga sebagai makanannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=248&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/23/fakta-menarik-di-pamurbaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FLora dan Fauna di Pamurbaya</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/23/flora-dan-fauna-di-pamurbaya/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/23/flora-dan-fauna-di-pamurbaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 04:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[WAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Flora di Pamurbaya Mangrove, atau bakau, adalah semua spesies tanaman yang hidup di antara batas pasang dan surut sebuah kawasan pesisir. Di Pamurbaya, lebih dari setengah jenis bakau yang ada di Indonesia, tumbuh subur. Vegetasi asli di Pamurbaya didominasi oleh Bakau (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata), Api-api (Avicennia alba), Pidada (Sonneratia caseolaris), dan Buta-buta (Excoecaria agallocha). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=243&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Flora di Pamurbaya</strong><br />
Mangrove, atau bakau, adalah semua spesies tanaman yang hidup di antara  batas pasang dan surut sebuah kawasan pesisir. Di Pamurbaya, lebih dari  setengah jenis bakau yang ada di Indonesia, tumbuh subur.</p>
<p>Vegetasi  asli di Pamurbaya didominasi oleh Bakau (Rhizophora mucronata,  Rhizophora apiculata), Api-api (Avicennia alba), Pidada (Sonneratia  caseolaris), dan Buta-buta (Excoecaria agallocha). Beberapa jenis  tumbuhan asosiasi bakau juga dapat ditemukan di kawasan ini seperti  Ketapang (Terminalia catapa) dan Nipah (Nypa fructicans).<br />
Selain  jenis bakau tersebut, banyak pula jenis bakau dan non bakau introduksi  (hasil kegiatan reboisasi). Seperti Waru laut (Hibiscus tilliaceus),  Tanjang (Bruguiera gymnorrhiza), Nyamplung (Callophylum inophyllum),  Bintaro (Cerbera manghas), Akasia (Acacia auriculiformis), Asem  (Tamarindus indica), dan Lamtoro (Paraseriantes falcataria).<span id="more-243"></span></p>
<p>Di  beberapa bagian, terutama di sisi muara dan sempadan sungai, banyak  ditumbuhi semak-semak terutama Gelagah (Saccharum spontaneum).  Semak-semak ini memiliki nilai penting terutama sekali bagi burung yang  hidup di semak�  seperti Bubut jawa.�<br />
Hutan bakau memiliki peranan  penting bagi pemeliharaan ekosistem pantai. Kehadiran hutan bakau di  sepanjang pantai mampu mengurangi kerusakan akibat angin kencang dari  lautan dan memelihara pantai dari gerusan gelombang laut. Hutan bakau  juga merupakan habitat beraneka ragam satwa seperti burung, primata dan  juga tempat memijah atau bertelur beraneka jenis ikan.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Fauna di Pamurbaya</strong></p>
<p>Pamurbaya  merupakan tempat tinggal aneka jenis burung dan satwa yang sulit  ditemukan di wilayah lain. Tidak kurang 137 jenis burung menghuni  Pamurbaya. Beberapa di antaranya merupakan burung khas hutan bakau.  Seperti Sikatan bakau (Cyornis rufigastra). Ada 23 jenis burung migran  yang setiap tahun singgah di Pamurbaya.</p>
<p>Selain itu, Pamurbaya  juga menjadi rumah beberapa beberapa burung endemik (hanya ada) Pulau  Jawa. Misalnya Cerek jawa (Charadrius javanicus) dan juga habitat  terakhir Bubut jawa (Centropus nigrorufous).</p>
<p>Selain jenis  burung yang merupakan penghuni utama, di Pamurbaya juga masih dijumpai  kelompok-kelompok liar Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Mereka  hidup berkelompok (koloni) yang terdiri dari beberapa jantan dan betina  namun hanya satu pejantan dominan. Makanan utamanya ialah dedaunan muda  dan buah-buahan bakau seperti Pidada (Sonneratia caseolaris). Terdapat  beberapa koloni Monyet ekor panjang yang menghuni Pamurbaya. Setiap  koloni memiliki anggota antara 5 hingga 20-an ekor.</p>
<p>Monyet  ekor panjang di Pamurbaya memiliki peranan yang penting. Karena monyet  jenis ini membantu penyebaran biji-bijian tumbuhan hutan bakau. Caranya,  saat mengkonsumsi buah-buahan hutan bakau, biji buah yang tak dapat  dicerna akan dikeluarkan kembali bersama dengan kotorannya. Biji inilah  yang akan tumbuh menjadi pohon bakau di kemudian hari.</p>
<p>Pamurbaya  juga menjadi lokasi pengungsian bagi spesies reptilia. Seperti:  ular  Sanca (Phyton reticulatus), Biawak (Varanus salvator), Percil Jawa  (Microhyla acanthine) dan ular Tambak (Cerberus rhynchops).<br />
Ikan-ikan  yang sering dijumpai di pamurbaya adalah ikan domestik yang banyak  menjadi komoditas tambak. Diantaranya Mujaer, Manyung, Wader, Sembilang,  dan sebagainya.</p>
<p>http://pamurbaya.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=243&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/23/flora-dan-fauna-di-pamurbaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Bahari bersama TV SpaceStoon</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/20/wisata-bahari-bersama-tv-spacestoon/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/20/wisata-bahari-bersama-tv-spacestoon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 04:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[WAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Mau wisata Bahari bersama TV SpaceStoon ? Ayo ajak anak dan keluarga bersama kami besuk minggu 21 Maret 2010 pukul 13.00. Ya, &#8220;Wisata Alam yang Berwahana Pendidikan Lingkungan&#8221; sebagai Alternatif Wisata Bahari yang Alami sudah menyedot banyak wisatawan. Setelah Radio SS dan RRI, Televisi JTV, TPI, SpaceStonn televisi anak akan menyusul. Ayo, bersama TV SpaceStoon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=238&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wamsby.files.wordpress.com/2010/03/logo-spacetoon-tv.png"><img class="alignleft size-full wp-image-239" title="Logo-Spacetoon-tv" src="http://wamsby.files.wordpress.com/2010/03/logo-spacetoon-tv.png?w=510" alt=""   /></a>Mau wisata Bahari bersama TV SpaceStoon ?<br />
Ayo ajak anak dan keluarga bersama kami besuk minggu 21 Maret 2010 pukul 13.00.</p>
<p>Ya, &#8220;Wisata Alam yang Berwahana Pendidikan Lingkungan&#8221; sebagai Alternatif Wisata Bahari yang Alami sudah menyedot banyak wisatawan. Setelah Radio SS dan RRI, Televisi JTV, TPI, SpaceStonn televisi anak akan menyusul.</p>
<p>Ayo, bersama TV SpaceStoon besuk menjadi bagian dari sejarah &#8220;membesarkan&#8221; WAM.  Menikmati wisata mangrove ini yg dilengkapi kera berekor panjang, berbagai jenis spesies burung dan satwa lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=238&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/03/20/wisata-bahari-bersama-tv-spacestoon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wamsby.files.wordpress.com/2010/03/logo-spacetoon-tv.png" medium="image">
			<media:title type="html">Logo-Spacetoon-tv</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIRD WATCHING RACE di WAM</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/228/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/228/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 11:31:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[WAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Kampus ITS &#8211; hari kamis (11 februari 2010) para peserta lomba sudah berdatangan di kampus ITS. yang pertama ada beberapa teman-teman komunitas Lemeters Burung Nusantara Jakarta dan Unit Konservasi Fauna IPB. kedua tim datang pada siang hari dan disambut panitia. Beberapa tim ini sejak pagi hingga malam hari sudah bercengkerama dengan panitia maupun peserta dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=228&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://wbwr2010.files.wordpress.com/2010/02/desain-pin-wbwr-2010-5-8-cm.jpg?w=315&#038;h=315" alt="" width="315" height="315" />Kampus ITS &#8211; hari kamis (11 februari 2010) para peserta lomba sudah berdatangan di kampus ITS. yang pertama ada beberapa teman-teman komunitas Lemeters Burung Nusantara Jakarta dan Unit Konservasi Fauna IPB.  kedua tim datang pada siang hari dan disambut panitia. Beberapa tim ini sejak pagi hingga malam hari sudah bercengkerama dengan panitia maupun peserta dari tim yang lain. Malam harinya, tepatnya pukul 23.00 WIB peserta dari tim KPB Nymphea ITB datang berkelompok (7 orang, red.).</p>
<p>Info yang kami peroleh dari ketua panitia, peserta yang akan ikut serta dalam perlombaan tahunan WBWR 2010 berjumlah 30 tim dari beberapa tim berbeda, “Secara total ada sekitar 30 peserta yang akan memeriahkan perlombaan tahun ini dan berasal dari klub atau kelompok konservasi burung yang tersebar di Jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur, Bali dan Nusa tenggara Timur”, ungkap aniendyah selaku ketua panitia.<span id="more-228"></span></p>
<p><img class="alignnone" src="http://pecuk.files.wordpress.com/2009/02/desain-poster-wbwr-2010upload.jpg?w=501&#038;h=705" alt="" width="501" height="705" /></p>
<p>Lomba WBWR 2010 ini mengambil tema Enjoying bird Conservation with love in Suramadu’s bird watching. Tema ini sengaja diambil panitia dengan harapan agar konservasi burung menjadi isu nyata di masyarakat dan timbul suatu upaya perestarian terhadap burung dan habitatnya serta membentuk kesadaran awal terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup.</p>
<p>Pembukaan yang awalnya akan dibuka langsung oleh bapak walikota Surabaya ini akan digantikan oleh wakil walikota yaitu Bapak Arif Afandi, konfirmasi berita ini diterima oleh panitia kamis pagi (11/02). Meski demikian, pembukaan pada jumat (12/02) akan tetap meriah dengan adanya agenda-agenda penting diantaranya pembukaan lomba dan teknis pelaksanaan lomba selama 12-14 februari 2010.</p>
<p>Lomba akan dilangsungkan selama dua hari (12-13 februari 2010), hari pertama pelaksanaan lomba dilangsungkan di daerah Bangkan madura, dan hari berikutnya dilangsungkan di daerah Gunung anyar Surabaya. Selain muatan kompetisi dalam mengidentifikasi burung yang diamati, para peserta lomba juga harus mensketsa secara jelas burung yang diamati sambil memberi nama lokal indonesia, nama ilmiah dan nama inggrisnuya. Di hari kedua saat lomba (13/02) para peserta juga harus mengikuti Quiz bersama yang diadakan oleh panitia lomba. (afien_4r/pubdok WBWR)</p>
<p>http://pecuk.wordpress.com/foto-wbwr-09/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=228&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/228/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wbwr2010.files.wordpress.com/2010/02/desain-pin-wbwr-2010-5-8-cm.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://pecuk.files.wordpress.com/2009/02/desain-poster-wbwr-2010upload.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Hutan Mangrove Kota Buaya</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/indahnya-hutan-mangrove-kota-buaya/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/indahnya-hutan-mangrove-kota-buaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>
		<category><![CDATA[WAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Hingar-bingar Kota Surabaya sebagai kota metropolitan dan terbesar kedua setelah Jakarta, menimbulkan persepsi beragam di kalangan masyarakat. Bahkan, sebagian mereka men-stigmakan bahwa kota metropolitan seperti Surabaya terkenal dengan padatnya penduduk dan bisingnya kota akibat kemacetan lalu lintas di jalan raya. Di sisi lain, Kota Pahlawan itu dikenal tidak hanya sebagai pusat perdagangan dan niaga, melainkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=225&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://matanews.com/wp-content/uploads/Wisata-Anyar-Mangrove.jpg" alt="Wali Kota Bambang Dwi Hartono meresmikan Wisata Anyar Mangrove" width="360" height="227" />Hingar-bingar Kota Surabaya sebagai kota metropolitan dan terbesar kedua setelah Jakarta, menimbulkan persepsi beragam di kalangan masyarakat. Bahkan, sebagian mereka men-stigmakan bahwa kota metropolitan seperti Surabaya terkenal dengan padatnya penduduk dan bisingnya kota akibat kemacetan lalu lintas di jalan raya.</p>
<p>Di sisi lain, Kota Pahlawan itu dikenal tidak hanya sebagai pusat perdagangan dan niaga, melainkan juga sebagai kota industri. Hal itu terbukti dengan pemusatan industri di wilayah Kecamatan Rungkut.</p>
<p>Bahkan di Surabaya saat ini sudah menjamur mal atau pusat perbelanjaan yang jumlahnya mencapai puluhan. Seiring dengan itu, pusat keramaian lainnya berupa tempat-tempat hiburan kini mulai ramai dan merambah hingga ke perkampungan.</p>
<p>Pesatnya pembangunan di Kota Surabaya membuat sebagai besar warga merasa tidak yakin jika di kota metropolitan tersebut masih terdapat wisata alam yakni berupa pemanfaatan atau konservasi hutan mangrove.<span id="more-225"></span></p>
<p>Namun, semua itu akhirnya terjawab sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka Wisata Anyar Mangrove (WAM) di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) yang terletak di RW VII Kecamatan Gunung Anyar, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Kawasan Pamurbaya sendiri terletak di tepi Selat Madura yang luasnya nisbi sempit. Daerahnya merupakan bentang alam yang datar dengan kemiringan antara 0-3 persen.</p>
<p>Kawasan ini terbentuk sebagai hasil endapan dari sistem sungai yang ada di sekitarnya dan pengaruh laut. Kondisi daerah delta dengan tanah aluvial ini merupakan habitat yang baik bagi terbentuknya ekosistem mangrove.</p>
<p>Secara geografis maupun ekologis, kawasan Pamurbaya memiliki fungsi yang sangat penting bagi Kota Pahlawan. Salah satunya adalah mencegah ancaman interusi air laut. Keberadaan hutan mangrove di Pamurbaya juga memiliki fungsi menetralisir limbah terutama logam berat yang masuk ke laut.</p>
<p>Sementara itu, dengan harga yang relatif terjangkau, masyarakat bisa menikmati keindahan hutan mangrove yang masih “perawan” dengan menyusuri sungai Kebun Agung hingga Sungai Tambak Klangri.</p>
<p>Keberadaan hutan mangrove ini mampu menyedot kedatangan 147 spesies burung. Dari 84 spesies burung yang diketahui menetap di Pamurbaya, 12 spesies di antaranya termasuk jenis yang dilindungi.</p>
<p>Jenis burung tersebut tidak hanya burung air seperti kuntul perak, pecuk hitam, mandar padi, mandar batu, dan kowak malam. Di sana juga sebagai tempat persinggahan ribuan burung migran setiap tahun.</p>
<p>Diketahui ada 44 jenis burung migran yang singgah di Pamurbaya. Burung tersebut kebanyakan asal Benua Australia menuju Eropa.</p>
<p>Camat Rungkut, Irvan Widyanto, mengatakan, wisata pantai di Wonorejo, Rungkut, itu sudah tiga tahun ini banyak dilirik para pelancong karena keasrian lingkungannya.</p>
<p>“Sudah selayaknya bila pemkot dan pihak-pihak terkait lainnya memberi perhatian khusus terhadap objek wisata ini,” ujarnya.</p>
<p>Wisata alam itu kini pengelolaannya dipegang Lembaga Ekowisata Wonorejo, Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) Kecamatan Rungkut.</p>
<p>Di lokasi itu, selain bisa menikmati segarnya hawa pesisir, pengunjung bisa berkeliling menyusuri pantai berhutan bakau tersebut.</p>
<p>Pengelola telah menyiapkan sebuah perahu motor berkapasitas maksimal 40 orang untuk menikmati keindahan lokasi itu. Untuk pengamanan, pengelola juga menyediakan pelampung dan fasilitas wisata lainnya.</p>
<p>Perahu yang disewakan tersebut biasanya bergerak mulai dari dermaga Sungai Wonokromo menuju Selat Madura. Para pengunjung bisa menikmati rimbunnya hutan mangrove, burung-burung yang beterbangan dan hinggap di ranting-ranting pohon mangrove.<br />
<img title="mangrove" src="http://matanews.com/wp-content/uploads/mangrove2.jpg" alt="mangrove" width="200" height="121" /><br />
Ekowisata Mangrove</p>
<p>Selain WAM, di kawasan Pantai Timur Surabaya juga terdapat Ekowisata Mangrove Wonorejo (EWM) yang menjual rehabilitasi, edukasi, dan rekreasi. Pengelola memberlakukan sistem paket untuk jalur wisata tersebut.</p>
<p>Untuk mencapai tempat wisata kaya keindahan alam ini, warga masyarakat harus menempuh jarak sekitar lima kilometer dari Jembatan MERR II-C yang ada di kawasan Pondok Nirwana atau Stikom Surabaya.</p>
<p>Dari jembatan itu, pengunjung berjalan ke arah timur melewati IPH School, pangkalan taksi Orenz, hingga menemui penunjuk arah menuju EMW. Jarak tempuh dari titik itu hingga ke lokasi berkisar 2,5 kilometer.</p>
<p>Setelah mengikuti panduan itu, pengunjung akan menemui jalan makadam hingga menjumpai Boezem Wonorejo. Jalan itu berjarak 2,5 kilometer yang bisa ditempuh sepeda motor maupun mobil. Hanya saja, jika musim hujan jalannya sulit dilalui.</p>
<p>Untuk mengetahui kekayaan alam di Hutan Mangrove Wonorejo, pengunjung harus menyusuri dengan menggunakan perahu. Selama berada di perahu, tamu akan dipandu pemandu wisata dari pemuda-pemudi karang taruna setempat.</p>
<p>Usai perjalanan itu, pengunjung akan diajak ke sekretariat lembaga ekowisata yang berada di kantor Kelurahan Wonorejo di Jalan Wonorejo 1. Di sana, pengelola telah menyiapkan aneka produk karya warga Wonorejo untuk para pengunjung.</p>
<p>Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, Wiwiek Widayati menuturkan bahwa pihaknya akan membantu Kecamatan Rungkut selaku pengelola dan pemeliharan wisata mangrove, dalam bidang promosi.</p>
<p>“Kami akan mencoba mempromosikan wisata mangrove dengan menarik wisata kapal pesiar yang memang ada rute di Indonesia. Kami berupaya untuk memasukkannya ke Surabaya,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, kata Wiwiek, pihaknya akan melakukan promosi lainnya di bidang kegiatan seni budaya. Harapannya di wisata mangrove sering diadakan kegiatan seni budaya, sehingga bisa menarik pengunjung atau para wisatawan.</p>
<p>“Tentunya promosi ini juga harus diimbangi dengan kegiatan seperti pengoptimalan dan penyediaan infrakstruktur lainnya,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, agar populasi monyet jenis laut atau monyet berekor panjang tidak punah, Kecamatan Rungkut melepas monyet ekor panjang ke konservasi wisata hutan mangrove di Wonorejo.</p>
<p>“Sebenarnya di kawasan itu sudah ada. Tapi populasinya sedikit, sehingga tidak terlihat wisatawan yang sedang mengunjungi kawasan ini,” kata Camat Rungkut, Irvan Widiyanto.</p>
<p>Irvan berharap dan mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi wisata hutan mangrove, Wonorejo, Rungkut ikut menjaga dan melestarikan ekosistem monyet maupun tanaman mangrove.</p>
<p>“Kami berharap kepada masyarakat juga berperan aktif dengan ikut menjaga serta melestarikan populasi monyet dan tanaman mangrove,” ucapnya berharap.</p>
<p>Tanam Mangrove</p>
<p>Meski pembangunan Surabaya Timur terus menggeliat, bukan berarti aspek lingkungan hidup diabaikan begitu saja.</p>
<p>Justru yang sekarang dilakukan Pemkot Surabaya adalah terus menghijaukan kawasan Pamurbaya yang dinyatakan sebagai kawasan konservasi.</p>
<p>Maka di atas lahan seluas seluas 871 hektare yang masuk wilayah Kecamatan Sukolilo, Rungkut, Gunung Anyar dan Mulyorejo, terus dilakukan penghijauan berupa penanaman pohon mangrove.</p>
<p>Setiap tahun ditargetkan penanaman pohon mangrove mencapai 50 ribu batang, dengan luasan mencapai 10 hektare.</p>
<p>Dengan potensi yang sangat luar biasa, tidak heran perhatian Pemkot Surabaya terhadap kawasan Pamurbaya ini cukup besar.</p>
<p>Seperti yang dilakukan Jumat lalu (15/1), dilakukan kegiatan bersih-bersih sampah dan penanaman pohon mangrove yang dipusatkan di kawasan Wonorejo, Kecamatan Rungkut.</p>
<p>Selain Pemkot Surabaya, kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di antaranya Gubernur Soekarwo yang juga hadir, Wali Kota Surabaya Bambang D.H. bersama jajarannya, Korem 084 BJ, Kodim Surabaya Timur, Menbanpur 1 Marinir, Satbrimob Polda Jatim, Polwiltabes Surabaya, serta siswa SMA dan mahasiswa. Tidak kurang 2000 peserta ikut dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Bambang menuturkan, pemkot sudah berusaha meminta kesadaran warga kota untuk tidak mengotori daerah aliran sungai. Namun, sampah tersebut tetap ada karena berasal dari daerah pegunungan di wilayah Malang (hulu).</p>
<p>“Kami berharap dukungan warga Jatim terkait upaya penghijauan kawasan Pamurbaya karena mengandalkan warga Surabaya, tidak optimal,” katanya.</p>
<p>Kepala Bappeko, Tri Rismaharini, mengatakan, kepedulian warga Surabaya dalam membersihkan sampah dan menanam mangrove, dimaksudkan untuk mencegah terjadinya “global warming” atau pemanasan global.</p>
<p>“Kawasan pantai timur seperti ini rentan terhadap imbas perubahan iklim, karena langsung berhadapan dengan laut. Sedangkan yang lainnya, masih ada pulau yang menghalanginya, misal, bagian utara yang terhalang Pulau Madura,” ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, kata dia, pihaknya saat ini juga membangun proyek MIC (Mangrove Information Center) dengan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk keperluan penelitian dan program edukasi seputar mangrove.(*an/z)</p>
<p>http://matanews.com/2010/01/27/indahnya-hutan-mangrove-kota-buaya/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=225&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/indahnya-hutan-mangrove-kota-buaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matanews.com/wp-content/uploads/Wisata-Anyar-Mangrove.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wali Kota Bambang Dwi Hartono meresmikan Wisata Anyar Mangrove</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matanews.com/wp-content/uploads/mangrove2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mangrove</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajar Korea Mbatik dan Mengunjungi WAM di Surabaya</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/pelajar-korea-mbatik-dan-mengunjungi-wam-di-surabaya/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/pelajar-korea-mbatik-dan-mengunjungi-wam-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>
		<category><![CDATA[WAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 9 orang rombongan pelajar asal Busan, Korea Selatan menikmati acara membatik di Kampung Batik di Tambak Dukuh Timur, kemarin. Mereka adalah bagian dari misi pertukaran pelajar dalam rangka sister city yang sudah berjalan. Mengunjungi kampung batik merupakan salah satu agenda yang diikuti peserta pertukaran pelajar selama 10 hari berada di Surabaya. Tak hanya belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=221&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:arial;font-size:large;"><strong> </strong></span><span style="font-family:arial;font-size:x-small;"> </span></p>
<div>Sebanyak 9 orang rombongan pelajar asal Busan, Korea Selatan menikmati acara membatik di Kampung Batik di Tambak Dukuh Timur, kemarin. Mereka adalah bagian dari misi pertukaran pelajar dalam rangka sister city yang sudah berjalan.</p>
<p>Mengunjungi kampung batik merupakan salah satu agenda yang diikuti peserta pertukaran pelajar selama 10 hari berada di Surabaya. Tak hanya belajar membatik, peserta pertukaran pelajar ini nantinya juga akan mengikuti berbagai kegiatan yang sudah disiapkan. Termasuk kunjungan disejumlah tempat pariwisata yang sudah dikemas sendiri oleh pemkot Surabaya.</p>
<p>Mereka dilibatkan dalam proses belajar mengajar. Para pelajar asing ini akan dibawa menyaksikan pengelolaan sampah menjadi kompos di rumah kompos Bratang.<br />
Mereka juga akan mengunjungi beberapa sekolah, diantaranya ke SMKN 6, SMP Khadijah, SMKN 9, SMPN 22, SMAN 5, SMKN 1 dan SMA St Louis.<br />
<span id="more-221"></span><br />
Selain itu mereka juga akan diajarkan Bahasa Indonesia, melihat bangunan-bangunan bersejarah Kota Surabaya dengan menaiki bus heritage track, belajar bertani di lokasi program urban farming di Kelurahan Made Kecamatan Sambikerep, serta menjala ikan hasil urban farming di Kecamatan Sukomanunggal.</p>
<p>Kepala Bagian Kerjasama Pemkot Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan pertukaran pelajar ini merupakan kegiatan rutin tahunan. “Kegiatan ini merupakan yang ketiga dalam tiga tahun terakhir. Selain Kota Busan mengirimkan pelajarnya ke Surabaya, kita juga balik mengirimkan pelajar ke Busan,” terangnya.</p>
<p>Pejabat berjilbab ini juga menerangkan para pelajar Busan ini nanti juga akan dibawa <strong>mengunjungi wisata mangrove di Kecamatan Gunung Anyar</strong>, dikenalkan dengan kesenian Reog Ponorgo, diperlihatkan jembatan Suramadu, pojok baca di taman flora, serta mengunjungi kampung hijau di Kalirungkut.</p>
<p>Antiek menyatakan sister city dengan Busan banyak memperoleh manfaat untuk peningkatan kualitas siswa dan guru. Sebab selain pelajar, rombongan dari Busan juga menyertakan beberapa pejabat dari Dinas Pendidikan kota setempat. Selama ini para pelajar Surabaya yang dikirimkan ke kota tersebut juga dikenalkan banyak hal mengenai Kota Busan.</p>
<p>Antiek berharap dengan memperkenalkan beragam obyek wisata yang diciptakan pemkot, nantinya Surabaya akan menjadi kota jujugan bagi wisatawan local maupun asing. Maklum di Surabaya kini telah banyak dimunculkan sejumlah lokasi yang dapat dijadikan tempat wisata.</p>
<p>Diantaranya, kawasan Banyuurip yang mayoritas warganya menjadi produsen lontong hingga kemudian dikenal dengan kampung lontongnya. Kemudian ada lagi kawasan Kapas Madya yang dikenal dengan kampung tempe. Nama ini diberikan karena warganya yang sebagian menjadi pembuat tempe. Baik yang langsung dijual atau diolah menjadi penganan siap santap. “Kita berharap adanya kerjasama sister city ini banyak potensi yang dapat diraih. Semisal potensi perdagangan dan investasi yang bisa dijalin antar dua kota,” pungkas Antiek.</p>
<p>http://www.surabayapagi.com/index.php?p=detilberita&#038;id=42403</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=221&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/12/pelajar-korea-mbatik-dan-mengunjungi-wam-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tampung Aspirasi Para Stafnya</title>
		<link>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/10/tampung-aspirasi-para-stafnya/</link>
		<comments>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/10/tampung-aspirasi-para-stafnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 01:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisata Anyar Mangrove</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wamsby.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Keberhasilan Kecamatan Gununganyar mendapatakan penghargaan Surabaya Performance Award (SPA) 2009 Kategori The Best Performance Ins ti tutions for Public Services Kecamatan. Diselenggarakan Bagian Bina Program Kota Surabaya tak luput dari tangan dingin camat Kanti Budiarti, S.Sos, M.Si. Sejak menjabat sebagai camat Gununganyar, dia mulai membuat beberapa perubahan di lingkungan kerjanya. Apresiasi ini diberikan kepada SKPD/Unit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=218&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keberhasilan Kecamatan Gununganyar mendapatakan penghargaan Surabaya Performance Award (SPA) 2009 Kategori The Best Performance Ins ti tutions for Public Services Kecamatan. Diselenggarakan Bagian Bina Program Kota Surabaya tak luput dari tangan dingin camat Kanti Budiarti, S.Sos, M.Si. Sejak menjabat sebagai camat Gununganyar, dia mulai membuat beberapa perubahan di lingkungan kerjanya.</p>
<p>Apresiasi ini diberikan kepada SKPD/Unit Kerja yang telah menentukan tantangan strategis, menetapkan strategi dan sasaran-sasaran strategis dengan memperhatikan tantangantantangan sembari meningkatkan kelebihan-kelebihan SKPD/ Unit Kerja. Melakukan pengembangan, perbaikan terus-menerus, maupun pembaharuan organisasi sehingga kinerja SKPD/ Unit Kerja semakin meningkat. Melaksanakan proses kerja yang berkualitas sesuai sesuai standar organisasi. Memberikan kepuasan terhadap pengguna terhadap layanan yang diberikan, bisa membangun hubungan untuk mendapatkan, memuaskan dan mempertahankan pengguna layanan. Meningkatkan loyalitas pengguna layanan serta mengembangkan peluang baru.</p>
<p><span id="more-218"></span><br />
Menerjemahkan sasaran-sasaran strategis menjadi rencana-rencana kerja, memproyek si kan kinerja organisasi kedepan atas ukuran-uku ran kinerja atau indikator-indikator utama terhadap pembanding utama. Dari indikator yang telah ditentukan penyelenggara, perempuan berjilbab ini berhasil menata kembali sistem pelayanan lebih baik lagi. Dia bersama para staf kecamatan bahu-membahu membangun pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat Gununganyar. Dia beranggapan bahwa masyarakat harus diberikan pelayanan yang memuaskan. “Saya selalu anjurkan pada setiap staf saya jangan mempersulit masyarakat, kebetulan pusat pelayanan berada di Kecamatan mulai dari pengurusan KTP, KSK, Lahir, Mati, Pindah, dan sebagainya.<br />
Bila ada kekurangan dokumen tinggal mensikronkan dengan data di Kelurahan,” ungkapnya. Supaya tidak kesenjangan sosial antara bawahan dan atasan, mantan sekcam Tegalsari ini mempunyai insisiatif menggelar pertemuan antara staf setiap minggu sekali dilakukan di pendopo Kecamatan Gununganyar. Di forum ini para staf diwajibkan mengeluarkan ide-idenya dan pertanyaan-pertanyaan. “Sebenarnya forum ini dilakukan untuk mengevaluasi program Kecamatan yang telah dilakukan selama seminggu. Jika ada kendala yang dihadapi solusinya dibahas bersama-sama di forum ini yang dilaksanakan setiap hari senin jam 8 pagi. Juga menentukan program kerja yang akan dilakukan kedepan, jadi para staf bekerja sudah tahu apa yang harus dikerjakan,” jelas mantan sekcam Gubeng ini.<br />
Perempuan lulusan STPDN angkatan ke 3 tahun 1994 ini menambahkan bahwa apa yang telah dia lakukan sesuai dengan perda dan tupoksi Kecamatan. Seperti menempelkan tarif pelayanan, visi misi dan moto Kecamatan, prosedur pelayanan dan sebagainya. Tidak hanya itu, dia juga memberikan reward bagi staf yang disiplin dalam menyelesaikan pekerajaan, datang tepat waktu, dan tidak pulang cepat. Bagi staf yang tidak patuh dengan peraturan yang telah disusun bersama-sama diberikan punishment berupa teguran lisan dan tertulis, dan pembinaan prilaku. “Reward yang diberikan berupa piagam dan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah. Tujuannya untuk memberikan motivasi pada seluruh staf untuk mau bekerja keras dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dan memberikan contoh pada yang lainnya,” ujar perempuan berkacamata ini.<br />
Saat ini, Kecamatan Gununganyar tengah berbenah dengan membangun loket pelayanan. Nantinya, semua pelayanan akan berpusat di loket tersebut. “Tidak ada pelayanan yang akan dilayani lewat belakang. Kita juga mengantisipasi terjadinya pungli. Sehingga, pelayanan lebih nyaman, mudah, cepat, dan tepat,” terangnya kepada Gapura.<br />
Untuk mengetahui keluhan masyarakat pihak Kecamatan Gununganyar melakukan kegiatan tiap 3 bulan sekali bersama ketua RT/RW dan LKMK serta masyarakat. Kegiatan ini merupakan ajang untuk sosialisasi program Pemerintah Kota Surabaya. “Kita juga mendatangkan narasumber sesuai dengan tema pembicaraan. Misalnya, musim hujan seperti ini, supaya tidak terjadi penyakit kita undang Dinas Kesehatan,” katanya.</p>
<p>Berikan Pembelajaran Bersikap Jujur<br />
Kecamatan Gununganyar banyak melakukan beberapa intervensi pada keluarga miskin (gakin) dengan memberikan pelatihan ketrampilan seperti pembuatan kue, kacang telur, tempe, camilan coklat, kue kering, onde-onde kering dan lain-lain. Pihak Kecamatan membantu memasarkan hasil produksi mereka, diantaranya dengan menjual kue kering, camilan coklat, kacang telur dijual di kantor Kecamatan. “Kita sediakan meja dan toples untuk tempat kuenya. Kalau ada yang membeli tinggal ambil aja. Kita juga sediakan toples untuk uang, jika ada yang membeli harus jujur. Jika ambil satu harus membayar satu dan seterusnya,” imbuhnya.<br />
Kantin kejujuran mini ini telah dilakukan sejak tahun 2007, tujuannya untuk membantu gakin yang kesulitan memasarkan hasil produksinya. Kedepan, Ibu Kanti punya impian untuk memperbesar kantin kejujuran ini. “Setelah loket pelayanan selesai dibangun, kita akan membangun kantin kejujuran ini lebih besar lagi. Nanti, akan ditempatkan bersebelahan dengan loket pelayanan,” terang perempuan penikmat makanan bakso ini.<br />
Keberadaan kantin kejujuran ini disamping memberi pelajaran staf kecamatan untuk jujur, juga memberikan pelajaran bagi masyarakat yang Kecamatan Gununganyar yang melakukan pelayanan. “Sembari mengantri loket masyarakat bisa membeli camilan hasil produksi gakin. Tidak hanya camilan saja yang akan dijual, mungkin bisa souvenir hasil produksi gakin atau yang lain,” ucapnya.</p>
<p><strong>Wisata Mangrove Gununganyar</strong><br />
Setelah diresmikan oleh Walikota Surabaya, Bambang DH, Jum’at (1/1) di Pantai Timur Surabaya yang terletak di RW VII Kecamatan Gunung Anyar. Akhirnya, Wisata Anyar Mangrove (WAM), resmi sebagai tempat wisata. Daya tarik dari WAM adalah masih terjaganya kealamian mangrove. Perempuan satu anak ini mengatakan pemanfaatan hutan mangrove menjadi lokasi wisata alam merupa kan inisiatif warganya untuk mendukung konservasi lingkungan melalui pelestarian hutan mangrove. Akhirnya, disepakati pemberian nama Wisata Anyar Mangrove (WAM). “Dukungan masyarakat luar biasa. Terinspirasi dari Kecamatan Rungkut yang sama-sama memiliki hutan mangrove, kita beranikan untuk melaunching WAM,” ujarnya.<br />
Rencananya di lokasi wisata ini selain untuk tempat memantau perkembangan tanaman mangrove, tempat ini juga dapat digunakan untuk tempat singgah bagi wisatawan yang melakukan rute perjalanan mengelilingi hutan mangrove. “Nanti, juga akan dijual bebera pa hasil produksi nelayan setempat seperti kerippik udang, kerang dan sebagainya. Jadi, wisatawan bisa membeli oleh-oleh hasil produksi warga Gununganyar setelah berkeliling. Dengan begitu akan menumbuhkan sektor pere ko no mian bagi warga sekitar,”pungkasnya.<br />
“Selain pos pantau, Kecamatan Gununganyar juga akan membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para wisatawan. Pembenahan infrastruktur dan memperlengkap sarana prasarana juga sangat diperlukan. Wisatawan nanti bisa mancing di tambak-tambk milik warga. Akan dibangun jalur darat menuju pos pantau, wisatawan bisa mengendarai sepeda. Bila melalui sungai, wisatawan bisa menaiki perahu. Paket wisata seperti ini yang akan dijual,” urainya. (rz)</p>
<p>http://www.gapura.info/profil.php</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wamsby.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wamsby.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wamsby.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wamsby.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wamsby.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wamsby.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wamsby.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wamsby.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wamsby.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wamsby.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wamsby.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wamsby.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wamsby.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wamsby.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wamsby.wordpress.com&amp;blog=11234030&amp;post=218&amp;subd=wamsby&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wamsby.wordpress.com/2010/02/10/tampung-aspirasi-para-stafnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fdf969866cf88435574ac6d4e26bf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wamsby</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
