Wisata Anyar Mangrove dari Gunung Anyar untuk Surabaya

4 01 2010

WAM Surabaya - Di awal tahun 2010, tepatnya 1 Januari 2010 pukul 8.30 wib, Walikota Surabaya Bambang DH melepaskan balon secara simbolis sebagai launching “Wisata Anyar Mangrove” di wilayah gunung anyar. Pelepasan balon ke udara yang bertulisan “Wisata Anyar Mangrove dari Gunung Anyar untuk Surabaya” ini disaksikan pula oleh Yusak Anshori (kepala Surabaya Tourism Board), Camat Gunung Anyar Kanti Budiarti, Lurah Gunung Anyar Tambak Jailani, pakar tata kota Johan Silas dan Firman Arifin, Ketua RW VII Gunung Anyar Tambak, mewakili warganya yang menggagas acara ini.

Dalam sambutannya, Firman Arifin yang berprofesi sebagai dosen di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS ITS) ini, menyampaikan bahwa ide atau gagasan dari warganya datang secara spontanitas. Dari ide dadakan ini panitia hanya punya waktu dua pekanan untuk merealisasikannya.

“Sebelumnya tidak ada rencana ntuk mengundang walikota. Tapi begitu proposal masuk ke kelurahan dan kecamatan, respon pemerintah sangat mengapresiasi ide dari warga perumahan wisma indah dua dan tirta agung. Bahkan kecamatan mensupport kami untuk mengundang walikota. Alhamdulillah akhirnya bapak walikota bersedia hadir”, ujar Firman. Baca entri selengkapnya »





Partisipasi Masyarakat dlm pengelolaan wisata anyar Mangrove di Surabaya

11 01 2012

Dalam usaha mewujudkan Good Governance, masyarakat dan partisipasinya amat dibutuhkan dalam proses menjaga, mengelola keseimbangan dan pelestarian lingkungan. Sejak terjadi pemanasan global, musim dan cuaca yang terjadi di Indonesia turut mengalami perubahan yang drastis. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak Pemanasan global dan menyelamatkan lingkungan hidup agar tetap terjaga kelestariannya, salah satunya adalah hutan mangrove yang berada di daerah pesisir di Kecamatan Gunung Anyar. Tempat wisata tersebut bernama Wisata Anyar Mangrove atau disingkat dengan WAM.

Wisata Anyar Mangrove adalah objek wisata baru di Surabaya, tepatnya di daerah Gunung Anyar. Wisata Anyar Mangrove tidak akan berjalan terkelola dengan baik tanpa partisipasi masyarakat.

Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Wisata Anyar Mangrove di Surabaya, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan WAM serta menggambarkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan WAM.

Untuk menjawab permasalahan diatas, digunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian kualitatif deskriptif. Penentuan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Snowball sampling merupakan teknik menggunakan pemilihan informan lanjutan dalam rangka penggalian data untuk mendapatkan variasi dan kedalaman informasi yang diperoleh atas dasar rujukan atau rekomendasi dari
key person. Data diperoleh melalui proses observasi dan wawancara secara mendalam serta memanfaatkan sumber data dokumen dan penelusuran data on line. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber data sehingga data yang disajikan merupakan data yang abash. Analisis dan interpretasi data dilakukan dengan menelaah seluruh data yang tersedia baik yang diperoleh melalui
wawancara mendalam maupun pemanfaatan dokumen.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah, Secara umum masyarakat sudah berpartisipasi aktif dalam pengelolaan Wisata Anyar Mangrove. Partisipasi yang diberikan masyarakat berbentuk tenaga dengan berupa kegiatan-kegiatan yang paling sering dilakukan di lapangan yang sifatnya lebih kepada maintenance. Selain partisipasi tenaga juga didapati partisipasi buah pikiran, partisipasi keterampilan serta partisipasi soial.

Keyword :
Good Governance, Partisipasi Masyarakat, Wisata Anyar Mangrov

sumber : penelitian dari mahasiswa unair tentang wisata mangrove dan partidipasi masyarakat
http://adln.lib.unair.ac.id/files/disk1/405/gdlhub-gdl-s1-2011-oktarinara-20236-fisan3-k.pdf

 





Monkeys Kingdom in Gunung Anyar Mangrove

14 04 2010

“Only few hours after the escape, that monkey’s carcass was hung on a tree branch. Its face was ruined, its limbs were tore apart, it was all messed up! That must be the act of the native monkeys here,” told Firman Arifin, the manager of Wisata Anyar Mangrove (WAM), Gunung Anyar, Surabaya.

“As a human kingdom, the monkeys are also acquainted with territory, colonies, leaders, soldiers, and regulations. When an outsider monkey tries to enter the territory, it would be considered as an attack attempt. Mostly, the outsider is finished like that,” Firman added.

That is story about the 10 monkeys donated by the City Government for the Mangrove Forest Ecotourism in Gunung Anyar, one of Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya or Eastern Coast of Surabaya) sectors. In Gunung Anyar, we canceled the monkeys’ release. However, one monkey was escaped and went directly to the mangrove forest by instinct. Then, as you know, it accepted the tragic fate.

Well, there are already a monkey kingdoms in the eastern part of Surabaya. A balanced natural ecosystem has been developed too. The vegetations and animals in Gunung Anyar is pretty much the same as in Wonorejo mangrove forest.

I think the differences are only the route and the management. So, the natural view, boats and gazebos might be different each other. Unlike mangrove tours in Wonorejo, WAM’s route does not pass through the estuary (so no need to worry about Crocodile :P ). Baca entri selengkapnya »





Gagas Ekowisata hingga Inovasi Konsultasi TA

8 04 2010

Meski sibuk dalam urusan kampus, Firman Arifin ST MT, dosen PENS ITS tetap peduli pada kehidupan sosial masyarakat. Didapuk menjadi Ketua Rukun Warga (RW) VII Gunung Anyar Tambak di Gunung Anyar, Firman bersama para wargannya menggagas konsep ekowisata mangrove. Kini daerah mangrove dapat menarik banyak wisatawan dari kota sendiri bahkan dari luar negeri.

Kampus PENS, ITS Online – Meski mangrove tak memiliki hubungan dengan Teknik Elektronika yang ia tekuni, Firman tetap enjoy. Pria kelahiran 25 September 1974 ini malah terlihat berbaur dengan masyarakat tambak dan nelayan. Program Wisata Anyar Mangrove (WAM) memang menjadi terobosan barunya sejak dirinya menjabat menjadi ketua RW.

Ide tersebut datang secara tak sengaja saat obrolan ringan antara Firman dan warga tempat tinggalnya. “Ide ini datangnya ya dari cangkruk,” katanya. Firman mengaku bila ide spontanitas itu mulai mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Tak tanggung-tanggun lima buah perahu sudah disiapkan untuk menyambut antusias para wisatawan. Dengan hanya berbekal Delapan ribu rupiah, pengunjung dapat menikmati eksotis panorama pesisir dan hutan mangrove. Baca entri selengkapnya »





Fakta Menarik di Pamurbaya

23 03 2010

1. Persinggahan Burung Migran
Burung migran adalah burung-burung pelintas batas negara-negara antara yang bermigrasi dari benua Australia menuju benua Asia. Migrasi ini berlangsung� pada Juni atau hingga November. Dengan menempuh ribuan kilometer, burung-burung migran membutuhkan makanan sebanyak mungkin sebelum berangkat. Makanan itu disimpan sebagai lemak tubuh yang kemudian dipakai sebagai sumber energi untuk terbang jauh. Walaupun demikian, lemak itu tidaklah mencukupi sebagai bahan bakar hingga ke tempat tujuan. Untuk itu mereka harus mendarat untuk mencari makanan tambahan serta beristirahat.

Biasanya mereka berhenti untuk mencari makanan di pantai yang berlumpur, hutan bakau, muara sungai dan persawahan yang kaya akan cacing, kerang, ketam dan serangga. Di Indonesia, salah satu kawasan penting bagi persinggahan burung migran adalah di Pamurbaya. Bahkan, dalam rangkaian migrasi burung-burung ini, Pamurbaya menjadi tempat persinggahan sepanjang tahun. Puncaknya adalah saat musim angin barat, yakni antara Desember hingga Februari. Burung migran yang mampir di Pamurbaya berasal dari belahan bumi utara (Siberia) ke belahan bumi selatan, yakni Australia sampai Selandia Baru. Baca entri selengkapnya »





FLora dan Fauna di Pamurbaya

23 03 2010

Flora di Pamurbaya
Mangrove, atau bakau, adalah semua spesies tanaman yang hidup di antara batas pasang dan surut sebuah kawasan pesisir. Di Pamurbaya, lebih dari setengah jenis bakau yang ada di Indonesia, tumbuh subur.

Vegetasi asli di Pamurbaya didominasi oleh Bakau (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata), Api-api (Avicennia alba), Pidada (Sonneratia caseolaris), dan Buta-buta (Excoecaria agallocha). Beberapa jenis tumbuhan asosiasi bakau juga dapat ditemukan di kawasan ini seperti Ketapang (Terminalia catapa) dan Nipah (Nypa fructicans).
Selain jenis bakau tersebut, banyak pula jenis bakau dan non bakau introduksi (hasil kegiatan reboisasi). Seperti Waru laut (Hibiscus tilliaceus), Tanjang (Bruguiera gymnorrhiza), Nyamplung (Callophylum inophyllum), Bintaro (Cerbera manghas), Akasia (Acacia auriculiformis), Asem (Tamarindus indica), dan Lamtoro (Paraseriantes falcataria). Baca entri selengkapnya »





Wisata Bahari bersama TV SpaceStoon

20 03 2010

Mau wisata Bahari bersama TV SpaceStoon ?
Ayo ajak anak dan keluarga bersama kami besuk minggu 21 Maret 2010 pukul 13.00.

Ya, “Wisata Alam yang Berwahana Pendidikan Lingkungan” sebagai Alternatif Wisata Bahari yang Alami sudah menyedot banyak wisatawan. Setelah Radio SS dan RRI, Televisi JTV, TPI, SpaceStonn televisi anak akan menyusul.

Ayo, bersama TV SpaceStoon besuk menjadi bagian dari sejarah “membesarkan” WAM.  Menikmati wisata mangrove ini yg dilengkapi kera berekor panjang, berbagai jenis spesies burung dan satwa lainnya.





BIRD WATCHING RACE di WAM

12 02 2010

Kampus ITS – hari kamis (11 februari 2010) para peserta lomba sudah berdatangan di kampus ITS. yang pertama ada beberapa teman-teman komunitas Lemeters Burung Nusantara Jakarta dan Unit Konservasi Fauna IPB. kedua tim datang pada siang hari dan disambut panitia. Beberapa tim ini sejak pagi hingga malam hari sudah bercengkerama dengan panitia maupun peserta dari tim yang lain. Malam harinya, tepatnya pukul 23.00 WIB peserta dari tim KPB Nymphea ITB datang berkelompok (7 orang, red.).

Info yang kami peroleh dari ketua panitia, peserta yang akan ikut serta dalam perlombaan tahunan WBWR 2010 berjumlah 30 tim dari beberapa tim berbeda, “Secara total ada sekitar 30 peserta yang akan memeriahkan perlombaan tahun ini dan berasal dari klub atau kelompok konservasi burung yang tersebar di Jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur, Bali dan Nusa tenggara Timur”, ungkap aniendyah selaku ketua panitia. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.